Loading
Loading...
Menu BINUS

From Numbers to the Boardroom: Membuka Peluang Karier Akuntan melalui Governance, Risk, and Compliance

 

Perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) terus mengubah peran profesi akuntansi. Akuntan kini dituntut tidak hanya mampu menyusun dan menganalisis laporan keuangan, tetapi juga memberikan pertimbangan profesional yang mendukung pengambilan keputusan strategis, pengelolaan risiko, dan tata kelola perusahaan.

Pada 24 Oktober 2026, Tri Hapsari, S.E., M.Ak., CACP, QCRO, QIA, membagikan wawasan mengenai perkembangan profesi akuntansi dalam sesi bertajuk “From Numbers to the Boardroom: Building Your Career through Governance, Risk & Compliance (GRC).” Melalui pengalaman profesionalnya selama lebih dari 15 tahun, ia menunjukkan bagaimana kompetensi akuntansi dapat menjadi landasan untuk mengembangkan karier hingga ke tingkat kepemimpinan dan pengawasan perusahaan.

Tri Hapsari merupakan alumni Program Magister Akuntansi BINUS University yang saat ini menjabat sebagai anggota Komite Audit JNE Express. Perjalanan kariernya, mulai dari auditor eksternal, auditor internal, hingga terlibat dalam manajemen risiko dan tata kelola perusahaan, memberikan gambaran mengenai beragam peluang karier yang dapat ditempuh oleh lulusan akuntansi.

Salah satu pembahasan utama dalam sesi ini adalah pentingnya Governance, Risk, and Compliance (GRC) dalam membantu organisasi mencapai tujuan, mengelola ketidakpastian, dan memastikan akuntabilitas. Melalui berbagai studi kasus, termasuk kontroversi laporan keuangan Garuda Indonesia tahun 2018, peserta diajak memahami pentingnya kemampuan berpikir kritis, integritas, dan pertimbangan profesional dalam pengambilan keputusan di tingkat perusahaan.

Sesi ini juga menyoroti dampak perkembangan AI terhadap profesi akuntansi. Meskipun AI mampu mengotomatisasi pekerjaan rutin dan mempercepat analisis data, kemampuan manusia dalam menafsirkan informasi, mempertimbangkan risiko, serta mengambil keputusan secara etis tetap memiliki peran yang sangat penting.

Berdasarkan perjalanan kariernya, Tri Hapsari menekankan pentingnya membangun kompetensi melalui pengalaman profesional, sertifikasi, dan pendidikan lanjutan. Ketiganya dapat saling melengkapi dalam mempersiapkan akuntan menghadapi tanggung jawab yang semakin strategis.

Sesi ini ditutup dengan pesan yang menggambarkan perubahan peran akuntan di dunia profesional: “Your numbers are the ticket. Your judgment is the seat.” Penguasaan angka dapat membuka peluang karier, tetapi kemampuan memberikan pertimbangan yang tepat dan menjunjung integritas menjadi bekal penting bagi akuntan untuk berkontribusi dalam pengambilan keputusan di tingkat tertinggi organisasi.

Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.