Dalam dunia akademik, literature review memainkan peran yang sangat penting dalam menentukan arah penelitian dan memberikan landasan teori yang kokoh. Seiring dengan kemajuan teknologi, generative AI kini menjadi alat yang dapat mempermudah proses ini, namun ada perbedaan signifikan antara penggunaan general AI dan academic AI dalam konteks ini.

Pada tanggal 15 Januari 2025, MAKSI, kembali mengadakan sesi academic clinic dengan topik Unlocking Research Excellence: Optimalisasi Literature Review dengan Generative AI.  Sebagai nara sumber  ada acara ini adalah Bapak Dr.  Eric Kunto Aribowo, MA.

Beberapa hal yang disampaikan oleh Bp Eric antara lain adalah mengenai: Perbandingan antara General AI dan Academic AI

General AI, seperti ChatGPT, DeepSeek, dan Microsoft Copilot, lebih cocok digunakan untuk keperluan umum dan sehari-hari. AI jenis ini beroperasi dengan basis data terbuka dari internet, yang mencakup informasi dari berbagai sumber yang tidak selalu terverifikasi secara akademik. Karena data yang digunakan berasal dari web umum, informasi yang dihasilkan sering kali tidak memberikan sumber asli atau referensi yang jelas. Hal ini dapat menyebabkan potensi “halusinasi,” di mana informasi yang disajikan tidak sepenuhnya akurat atau valid. Selain itu, risiko bias informasi yang lebih tinggi juga menjadi perhatian utama, karena algoritma AI cenderung memproses informasi berdasarkan kecenderungan dan data yang tersedia secara luas di internet.

Sebaliknya, Academic AI dirancang khusus untuk tujuan akademik dan penelitian, mengandalkan sumber-sumber yang lebih terverifikasi dan kredibel, seperti artikel jurnal, database penelitian, dan repositori terbuka yang menyediakan referensi asli. Platform seperti SciSpace, Elicit, ResearchRabbit, Scite, Concensus, dan LitMaps menggunakan basis pengetahuan dari sumber akademik terverifikasi, yang menjamin validitas informasi yang lebih tinggi. Oleh karena itu, risiko bias informasi lebih rendah dalam Academic AI, karena sistem ini cenderung memprioritaskan sumber-sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Dengan menggunakan Academic AI, peneliti dapat mengandalkan informasi yang lebih akurat dan mendalam, serta memiliki akses ke referensi asli yang dapat memperkuat argumen dan temuan penelitian.

Secara keseluruhan, perbedaan antara general AI dan academic AI terletak pada tujuan penggunaan, basis pengetahuan, dan validitas informasi yang dihasilkan. Dalam konteks literature review, academic AI menawarkan keunggulan yang lebih signifikan karena dapat memberikan sumber yang lebih kredibel dan mengurangi risiko informasi yang tidak akurat. Dengan memanfaatkan teknologi ini, peneliti dapat meningkatkan kualitas dan efisiensi proses review literatur mereka, yang pada gilirannya dapat mempercepat perkembangan riset yang lebih berkualitas.